Skip to main content

Tips Untuk Meningkatkan Pengalaman Membaca di Waktu Luang

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Pernahkah anda bertanya kepada seseorang, “Apakah kamu sudah membaca buku pagi ini?” Jika belum, cobalah untuk bertanya dengan nada seperti menanyakan, “Apakah kamu sudah sarapan?” dan selanjutnya perhatikan bagaimana reaksinya. Dari beberapa social experiment yang dilakukan, sebagian besar menyampaikan alasan-alasan yang bervariasi tentang mengapa mereka “belum” membaca pagi itu. Sebagian besar orang akan berpikir cukup keras untuk menjawab hal-hal yang berkaitan dengan membaca atau buku saat ini. Dengan kata lain membaca, masih dianggap sebagai salah satu standar keseriusan umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik.

 

Buku adalah teman yang paling setia! Setidaknya itu dijadikan sebagai motivasi agar orang terus membaca buku. Akan tetapi, benarkah buku telah menjadi teman bagi setiap orang? Atau, apakah sahabat pembaca sekalian telah menerima buku sebagai sejawat dalam menghabiskan waktu? Seberapa banyak dari kamu yang telah terbiasa bersama buku di waktu senggang?

Barangkali jawaban dari pertanyana-pertanyaan di atas tidak akan cukup mengembirakan. Meski sebetulnya ketidakakraban banyak orang dengan buku belakangan ini bisa dijelaskan dengan baik. Kesibukan terus meningkat di setiap waktu, sehingga waktu senggang untuk membaca terasa makin menipi. Entah disibukkan oleh pekerjaaan, perkuliahan, persekolahan, dan kegiatan-kegiatan lain yang juga merupakan kegiatan positif. Terlebih lagi persaingan untuk mencari mari sudah semakin ketat saat ini. Untuk itu, bagi sahabat pembaca sekalian, berikut kami akan memberikan beberapa tips jitu dan tentu saja menarik untuk meningkatkan minat baca anda, terutama di waktu libur.

  1. Buatlah daftar buku yang pernah atau sedang kamu baca

Kesenangan dalam membaca akan terasa lebih berharga jika kamu menuliskan daftar buku-buku yang telah ditamatkan. Daftar ini juga bisa dibagi menjadi kelompok judul-judul buku yang telah berhasil ditamatkan beserta lama waktu yang kamu butuhkan, dan kemudian dilengkapi dengan daftar buku yang sedang dan yang akan kamu baca (dan tentunya akan ditamatkan). Daftar ini sekaligus menjadi penyemangat bagi kehidupan membacamu, dan mengingatkan bahwa di masa lalu kamu sudah pernah melalui itu dan telah mendapatkan manfaat dari seluruh buku yang telah dibaca tersebut. Daftar buku yang telah dibaca ini bisa juga dibuat melalui aplikasi-aplikasi yang bisa diunduh secara gratis dari smartphonemu. Salah satu bantuan yang mungkin kamu butuhkan adalah situs goodreads.com, yang juga bisa digunakan untuk mendiskusikan buku-buku yang menarik. Coba deh!

  1. Jadikan buku sebagai pengganti gadget

Beberapa orang memutuskan untuk tetap membaca sewaktu “nongkrong” di kamar mandi. Sebagian yang lain memutuskan untuk membaca ketika menunggu bus atau kereta ketika berpergian. Begitu juga bagi orang-orang yang sedang menunggu jadwal peribadatan, membaca juga dijadikan sebagai pilihan. Dengan kata lain, waktu-waktu yang biasanya akan diisi dengan membuka media sosial melalui gadget sebetulnya bisa digantikan dengan menambah pengetahuan melalui membaca buku. Salah satu waktu luang yang paling potensial untuk kegiatan ini sebetulnya adalah ketika hari libur atau waktu senggang. Sayangnya, gadget dengan kebutuhan-kebutuhan personal atas informasi seringkali mengambil waktu itu secara penuh. Oleh karena itu, cara yang paling efektif adalah dengan menggantikan gadget dengan buku atau membawa keduanya sekaligus ketika kamu sedang berlibur. Cobalah menumpuk dua atau tiga buah buku tipis di atas gadget ketika mengatur tas bepergian yang akan kamu bawa.

  1. Bacalah beberapa judul buku dalam interval yang sama

Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan oleh para pembaca pemula adalah mengenai ketidakkonsistenan dalam menamatkan satu judul buku. Tentu saja menamatkan satu judul buku dalam satu jangka waktu adalah hal yang baik. Namun, jika membaca satu buah judul buku dalam satu interval waktu ternyata membuatmu bosan, maka pilihlah judul buku yang lain sebagai pendamping. Atau bisa juga tidak hanya pendamping bacaan, jika ternyata buku ke dua lebih menarik bagi rasa penasaranmu, maka bisa saja fungsinya diubah. Bayangkan, kamu sedang menyantap sup ayam sebagai menu tetapmu dan tiba-tiba merasa bosan. Menu apa saja, asalkan merupakan sesuatu yang mengundang selera akan menjadi sesuatu yang sangat enak dan menggiurkan. Cobalah untuk menambah sesuatu ke dalam “menu”mu dibandingkan memilih sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Jika pilihan barumu tidak berkaitan dengan kegiatan membaca, maka bisa dipastikan membaca judul yang membosankan itu akan menjadi kegiatan membaca terakhirmu.

  1. Share aktivitas membacamu kepada orang lain di setiap akhir pekan

Sebagaimana yang telah dibahas di atas, gadget atau fasilitas lain dari media sosial dalam rangka berhubungan dengan orang lain lebih diminati daripada buku. Akan tetapi, sebetulnya dua hal ini (membaca dan berbagi kehidupan sosial) bisa saja dilakukan secara bersamaan. Selain itu, kegiatan membaca yang kamu lakukan tentu saja akan menambah wawasan dan pengetahuanmu tentang sesuatu. Sehingga, membaginya atau sharing pengetahuan baru yang kamu dapatkan dari membaca sangat mungkin akan membantu orang lain. Bagi keahlian tertentu, pengetahuan atau ilmu yang kamu dapatkan itu bisa saja mengajari mereka untuk menjadi lebih baik. Selain itu, agar dapat belajar tentu saja mencoba untuk mengajarkannya merupakan salah satu jalan yang efektif. Setidaknya passion yang kamu miliki akan bisa dipahami oleh orang-orang yang sehobi denganmu. Cara paling mudah adalah dengan membagi hasil bacaanmu melalui media sosial. Sharing dengan cara ini akan lebih efektif jika dilakukan pada akhir pekan sehingga potensi untuk membagi pengetahuan dengan orang-orang yang sehobi itu juga lebih baik. Media berbagi yang akan dipilih tentu saja cukup beragam, akan tetapi menggunakan media dengan format audio-visual barangkali bisa menjadi pilihan yang cukup layak untuk dicoba.

  1. Telusuri pasar loak online

Pada dasarnya buku itu bukanlah sesuatu yang sama dengan makanan, sehingga tidak akan pernah basi. Meskipun dalam penjualannya, buku baru dihargai lebih tinggi daripada buku bekas namun terkadang nilai buku lebih ditentukan oleh isinya. Selain itu, kamu bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah jika membeli buku bekas. Saat ini, pasar loak untuk buku-buku bekas tidak hanya berada secara fisik namun sudah merambah di dunia daring. Uniknya lagi, buku-buku yang barangkali tidak akan bisa ditemukan secara luring akan dengan cukup mudah kamu temukan secara daring. Beberapa buku bekas memang dihargai cukup mahal oleh pemiliknya, namun demi mendapatkan isi buku yang barangkali kamu butuhkan namun tidak lagi diterbitkan tentu akan bisa mengganti harganya. Cobalah untuk menelusuri toko-toko buku bekas online di awal dari akhir pekanmu atau awal dari liburanmu. Setelahnya, keputusan untuk memilih buku bekas berkualitas akan menjadi proses baru dari perburuan amunisi kegiatan bermanfaatmu ini.

  1. Buku bagus tidak harus mahal!

Beberapa responden yang kami tanyai mengenai cara mereka memilih buku memaparkan banyak hal yang menarik. Secara umum, responden-responden ini menyatakan akan lebih tetrarik membeli buku dengan harga murah. Harga tentu saja adalah satu aspek yang harud diperhatikan ketika membeli buku, sehingga harus diperhatikan dengan baik. Beberapa orang akan langsung menilai kualitas dari sebuah buku dari harga yang ditawarkan. Padahal ada banyak hal yang menjadi penyebab mahal atau tidaknya sebuah buku, dan kualitas isi bukanlah salah satunya. Kamu bisa saja membeli sebuah buku yang sesuai dengan minatmu, berkualitas namun dijual dengan harga murah. Sebetulnya, jenis buku yang seperti inilah yang harus dicari dan dibeli. Cobalah untuk menghabiskan waktu agak lebih lama ketika membaca halaman belakang dari sebuah buku, atau jika memungkinkan kamu bisa meminta ijin kepada penjaga toko buku mengenai isi sebuah buku. Atau jika kamu akan membeli buku secara online,bertanya kepada penjualnya bukanlah sesuatu yang buruk untuk dilakukan.

  1. Pilihlah dua atau tiga jam terbaik di waktu luangmu

Mempersiapkan diri untuk menghabiskan liburan dengan kegiatan membaca adalah salah satu goal dari seluruh artikel ini. Bagi sebagian orang, membaca memang telah menjadi hobi yang akan menggairahkan untuk dilakukan. Namun sebagian yang lain masih merasakannya sebagai beban, meskipun tetap mencoba untuk membaca demi mendapatkan manfaatnya. Bagi kelompok terakhir ini, pemilihan waktu yang terbatas adalah salah satu strategi yang tepat. Di hari liburmu, pilihlah dua atau tiga jam terbaik dari keseluruhan waktu efektif yang kamu punyai. Waktu yang jika telah sampai pada tenggatnya, maka kegiatan membaca bisa dilanjutkan keesokan harinya. Cobalah pilih waktu setelah tidur siang atau menjelang matahari terbenam. It works!

  1. Carilah dan bergabunglah dengan salah satu komunitas membaca

Saat ini, komunitas membaca telah banyak dibuat, baik luring maupun daring. Memiliki orang-orang yang berniat sama denganmu adalah sumber kekuatan internal yang tidak bisa dikalahkan oleh hal lain. Semangat seseorang dalam melakukan sesuatu akan terpacu oleh keberadaan orang-orang yang memiliki pandangan dan semangat yang sama dengan dirinya. Keberadaan komunitas yang menuntut loyalitas anggota secara sosial, pada dasarnya memiliki kesepakatan yang sama dengan hal ini. Rekan-rekan satu komunitas akan menjadi seperti alarm yang berfungsi memberikan semangat atau menularkan kebaikan dari semangat dalam melakukan kegiatan. Cobalah menemukan komunitas yang mendukung minatmu dan sesuai dengan hari libur atau waktu luang yang kamu miliki.

Demikianlah 8 trik yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengalaman membaca di waktu libur. Jika artikel ini membantu meningkatkan pengalaman membacamu, korespondensi dari kamu akan sangat dinantikan.

Salam Navesi!

Andri Azis
Latest posts by Andri Azis (see all)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *